Most Popular

Kamis, 22 Maret 2018

ASAL USUL MAKNA KATA SANTRI


Pengertian santri
Santriadalah panggilan untuk seseorang yang sedang menimba ilmu pendidikan agama Islam selama kurun waktu tertentu dengan jalan menetap di sebuah pondok pesantren.
Ada beberapa penafsiran kata santri yang dikenal luas, antara lain:
·  Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa kata santri memiliki arti : orang yang sedang menuntut ilmu agama Islam.
·  Seorang peneliti bernama Johns mengatakan bahwa kata santri berasal dari bahasa Tamil dan memiliki arti : guru mengaji.
·  Sedangkan peneliti bernama CC.Berg mengatakan bahwa kata santri berasal dari bahasa India, Shastri yang artinya seorang ahli kitab agama Hindu. Pendapat ini juga didukung oleh A. Steenbrink yang beranggapan bahwa pendidikan di pesantren mirip dengan pendidikan India Hindu.
·  Sebagian orang di Indonesia berpendapat bahwa kata santri berasal dari bahasa Sansekerta, Sastri yang memiliki arti “melek huruf”.
·  Sedangkan sebagian lainnya mengatakan kalau kata santri berasal dari bahasa Jawa, yakni: Cantrik berarti orang yang berguru kepada orang pandai (sakti); murid pendeta (pertapa), Cantrik berarti pengikut.
Artinya seseorang yang selalu setia mengikuti gurunya dan ikut serta ke manapun gurunya itu pergi.
Di dalam pondok pesantren, para santri akan mengikuti jadwal belajar dan ibadah yang telah disusun sedemikian rupa dan menjadi hal yang wajib untuk dilaksanakan para santri. Adapun beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan di dalam pondok pesantren adalah sebgai berikut:
1.    Mengikuti Shalat berjamaah sesuai dengan waktu yang ditentukan.
2.    Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sesuai dengan jadwal.
3.    Sarapan dan makan bersama sesuai dengan jadwal dan aturan yang berlaku.
4.    Melaksanakan / mengikuti acara-acara yang diadakan pondok pesantren.
Adapula yang mendefinisikan santri sebagai sebuah singkatan dari gramatika arab, (سنتري), yang setiap hurufnya memiliki kepanjangan serta pengertian yang luas, sebenarnya adalah seharusnya sikap seorang santri.
1.    Sin (س) adalah kepanjangan dari سَافِقُ الخَيْرِ yang memiliki arti Pelopor kebaikan.
2.    Nun (ن) adalah kepanjangan dari نَاسِبُ العُلَمَاءِ yang memiliki arti Penerus Ulama.
3.    Ta (ت) adalah kepanjangan dari تَارِكُ الْمَعَاصِى yang memiliki arti Orang yang meninggalkan kemaksiatan.
4.    Ra(ر)  adalah kepanjangan dari رِضَى اللهِ yang memiliki arti Ridho Allah.
5.    Ya (ي) adalah kepanjangan dari اَلْيَقِيْنُ yang memiliki arti Keyakinan.
Selain lima filosofi kata santri diatas, beberapa sumber menyebutkan bahwa kata santri hanya berasa dari empat huruf, yang antara lain terdiri dari sin, nun, ta, ra. Dan dari segi pemaknaan pun memiliki beberapa perbedaan sebagaimana berikut:
Sin : ساتر العورة (menutup aurat)
Nun : نائب العلماء (wakil dari ulama’)
Ta’ : ترك المعاصي (meninggalkan kemaksiatan)
Ra’ : رائس الامة (pemimpin ummat)
Bahkan, yang lainnya malah menyebutkan bahwa kata santri sebagai sebuah singkatan dari bahasa indonesia. Yang kepanjangannya tidak jauh beda dengan apa yang telah dikemukakan di atas. Yakni:
S : satir al-‘uyub wa al-aurat, Artinya menutup aib dan aurat. Yakni aib sendiri maupun orang lai
A : aminun fil amanah, Artinya bisa di percaya dalam megemban amanat.
N : nafi’ al-‘ilmi, Artinya bermanfa’at ilmunya. Dan inilah yang sangat diidamkan oleh semua santri. Ketika ia telah melalui masa-masa menimba ilmu, pasti harapan akhirnya adalah mampu mengamalkan ilmu tersebut.
T : tarik al-maksiat, Artinya meninggalkan maksiat.
R : ridho bi masyiatillah, Artinya Ridho dengan apa yang diberikan Allah
I : ikhlasun fi jami’ al-af’al, Artinya ikhlas dalam setiap perbuatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar